Pengertian
“Pendidikan” menurut Islam, banyak menimbulkan perbedaan diantara para ahli.
Ada yang memilih istilah “Ta’lim, ada yang menggunakan
istilah “Ta’dib”, dengan berbagai argumentasinya masingmasing. Namun
yang lebih luas digunakan adalah istilah “Tarbiyah”, karena
kata “Ta’lim” lebih tepat ditujukan untuk istilah “Pengajaran”
yang hanya terbatas pada kegiatan penyampaian pengertian, pengetahuan dan
ketrampilan atau masukan ilmu pengetahuan dan ketrampilan atau memasukan ilmu
pengetahuan pada pikiran seseorang. Sedang “Ta’dib”, lebih tepat
ditujukan untuk istilah pendidikan amal semata yang sasarannya lebih tertuju
pada penyempurnaan akhlaq budi pekerti. Sedang pendidikan dalam arti “At-Tarbiyah”,
menurut konsep Islam lebih luas dari kedua hal tersebut.
Seperti
halnya pendapat Achmad yang menjelaskan bahwa:” Sesungguhnya kata atau istilah
Tarbiyah, Ta’lim dan Ta’dib bagi pendidikan Islam adalah merupakan satu
kesatuan yang saling terkait, artinya bila pendidikan dinisbatkan kepada Ta’dib
ia harus melalui pengajaran (Ta’lim) sehingga dengan diperoleh ilmu. Dan dari
ilmu yang telah dimiliki terwujudlah sikap dan tingkah laku yang sesuai dengan tujuan
pendidikan. Hal ini lazim kita kenal sebagai kognitif, efektif dan psokomotorik”[1].
Abdur
Rahman Nahlawi menerangkan lebih lengkap bahwa; “Ditinjau dari asal bahasanya,
istilah At-tarbiyah mencakup empat unsur:
a. Memelihara
pertumbuhan fitrah manusia.
b. Mengembangkan
potensi dan kelengkapan manusia yang beraneka macam (terutama akal budinya)
c. Mengarahkan fitrah dan potensi manusia
menuju kesempurnaannya.
d. Melaksanakan
secara bertahap sesuai dengan irama perkembangan anak”[2].
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas berikut ini
penulis kemukakan beberapa pengertian tentang pendidikan Agama Islam. Menurut
Ahmad D. Marimba : “Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani
berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama
menurut ukuran-ukuran Islam”[3]
No comments:
Post a Comment