Sunday, February 13, 2011

perkembangan jiwa keagamaan

Dalam bukunya yang berjudul Perspektif Manusia dan Agama, Murtadho Muthohhari mengatakan bahwa :
" Bahwa disaat berbicara dengan para Nabi, Imam Ali As. menyebutkan bahwa mereka diutus untuk mengingatkan manusia kepada perjanjian yang telah diikat fitrah mereka, yang kelak mereka akan dituntut untuk memenuhinya. Perjanjian tersebut tidak ditulis di atas kertas, tidak pula diucapkan oleh lidah, melainkan terukir dengan pena ciptaan Allah SWT. Di permukaan kalbu dan lubuk fitrah manusia dan di atas permukaan hati nurani serta di kedalaman perasaan batiniah.
Kenyataan diatas menyatakan bahwa agama adalah kebutuhan fitri manusia. Fitrah keagamaan yang ada dalam diri manusia inilah yang melatarbelakangi perlunya manusia pada agama. Oleh karenanya ketika datang wahyu Tuhan yang menyeru pada manusia agar beragama, maka seruan tersebut memang amat sejalan dengan fitrahnya itu. Ini membuktikan manusia mempunyai potensi beragama. Potensi agama membutuhkan pembinaan, pengarahan dan pemberdayaan. Karena secara internal manusia bukanlah malaikat, kondisinya labil dan rawan terperosok. Secara eksternal setan selalu menggoda manusia dalam setiap ruang dan waktu untuk menggoyahkan prinsip manusia terhadap agama. Untuk itu perlu pengkondisian lingkungan yang dapat memperkuat keyakinan agama dan mengaktualisasikan potensi agama tersebut

No comments:

Post a Comment