Saturday, January 29, 2011

Aktivitas Keagamaan

Agama pada dasarnya adalah suatu aturan, sistem nilai atau norma yang diturunkan Allah ke dunia untuk mengatur setiap perilaku umat manusia dalam menghadapi hidup dan kehidupannya sehingga menjadi terarah dan serasi antara kehidupan dunia dengan kehidupan ukhrawi.

Sementara keberagamaan merupakan respon umat manusia, dalam hal ini setiap orang beriman, terhadap norma yang diturunkan Allah (wahyu), apakah respon tersebut dalam bentuk respon yang bersifat imajinatif, aktif, maupun rejektif.

Aktivitas keagamaan merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang tersetruktur, sebagai sarana dalam pembinaan dan pengembangan keimanan dan keberagamaan anak didik, bahkan menjadi sarana mewujudkan keimanan dan ketaatan anak didik kepada Allah SWT dalam beribadah dan mensyiarkan kegiatan Islamiyah.

Sebagaimana telah diuraikan di atas, aktivitas keagamaan merupakan aktivitas ibadah yang dilakukan berulang-ulang. Oleh karena itu, ketika berbicara tentang aktivitas keagamaan maka tidak bisa lepas dari mkna ibdaha itu sendiri.

1

Perkataan ibadah atau ibadat banyak ta’rifnya, berdasarkan kepada perbedaan pandangan para ahli dan maksud yang dikehendaki oleh msing-masing ahli ilmu. Menurut ahli bahasa mengartikannya taat, menurut, mengikut, tunduk. Dan mereka mengartikannya juga tunduk yang setinggi-tingginya, dan do’a.

Sedangkan menurut Ulama tauhid ibadah yaitu ; Mengesakan Allah, menta’zhimkan-Nya dengan sepenuh-penuhnya ta’zhim serta menghinakan diri dan menundukkan jiwa kepada-Nya (menyembah Allah sendiri-Nya).

Menurut Ulama akhlak mengartikan ibadah yaitu : mengerjakan segala taat badaniyah dan menyelenggarakan segala syariat (hukum). Adapun menurut Fuqaha mengartikan ibadah ialah “ Segala taat yang dikerjakan untuk mencapai keridhaan Allah dan mengharap pahala-Nya di akhirat ”.

Sedangkan bentuk Ibadah – ibadah yang dilaksanakan tersebut menurut Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy ada yang berdasarkan bentuk dan sifat-sifatnya antara lain :

a. Ibadah yang berupa perkataan dan ucapan lidah, seperti ; tasbih, tahmid, tahlil, takbir, taslim, do’a dan hamdalah.

b. Ibadah yang berupa perbuatan yang tidak disifatkan dengan sesuatu sifat, misalnya ; menolong terkena bencana, berjihad dan mengurusi jenazah.

c. Ibadah yang berupa menahan diri dari mengerjakan sesuatu pekerjaan, misalnya ; puasa.

Dengan demikian, aktivitas keagamaan adalah bentuk ibadah yang harus dilakukan oleh manusia yang sesuai dengan tuntutan agama Islam. Maka dalam pendidikan Islam memiliki tujuan yaitu membina manusia agar menjadi hamba Allah yang shaleh dalam seluruh aspek kehidupannya, perbuatan, pikiran dan perasaannya.

Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT :

وما خلقت الجّنّ والإنس إلاّ ليعبدون.(الذّاريات :56).

Artinya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat : 56).

Ayat di atas dengan tegas menyatakan bahwa kita harus sepenuhnya sadar akan makna ibadah. Tanpa memahaminya, kita tidak akan dapat memenuhi tujuan untuk apa kita diciptakan. Dan segala sesuatu yang tidak memenuhi tujuannya, berarti sebuah kegagalan.

Kata Ibadah berasal dari akar kata ‘Abd yang berarti pelayan atau hamba. Dengan demikian ibadah berarti melaksanakan tugas-tugas seorang hamba sebagaimana yang dilaksanakan oleh seorang pelayan atau seseorang yang terikat kontrak.

Ibadah dan aktivitas keagamaan tidak bisa dipisahkan karena antara ibadah dan aktivitas keagamaan merupakan satu makna yang terurai dalam kata yang berbeda namun mempunyai tujuan dan dimensi hakikat yang saling terikat bahkan cenderung sama.

No comments:

Post a Comment